BANDUNG surganya orang-orang yang pengen liburan tapi males yang mainstream.
Selain kafe estetik dan wisata alam yang udah terlalu sering wara-wiri di feed Instagram, kota ini juga nyimpen banyak banget titik offroad yang siap bikin jantung deg-degan.
Dari kebun teh yang tenang sampai jalur lumpur yang bikin baju belepotan, semua ada.
Nah, biar kamu nggak bingung mau offroad ke mana dulu, sekalian bekal sebelum booking, ini dia 10 tempat offroad terbaik di Bandung yang wajib masuk daftar coba-coba kamu.
Kalau ngomongin offroad Bandung, Cikole ini rajanya. Jalurnya panjang, sekitar 18 kilometer, ngelewatin hutan pinus, kebun teh, sampai tanjakan dan turunan yang bikin peserta refleks pegangan erat-erat.
Titik favoritnya biasanya berujung di kawasan Bunker Belanda, Gunung Putri Lembang, spot yang juga asyik buat foto sambil menghirup udara dingin khas Lembang.
Jip yang dipakai biasanya Land Rover tua alias “Landy” yang bisa muat sampai 8 orang.
Salah satu operator yang punya paket ke sini adalah Bellva Indonesia, lewat paket Offroad Lembang Cikole yang emang didesain buat rombongan gathering atau keluarga besar.
Buat kamu yang pengen offroad tapi versinya lebih kalem dan menenangkan, Pangalengan jawabannya.
Jalur offroad di sini dikelilingi hamparan kebun teh yang luas, suasananya adem, jauh dari keramaian kota. Cocok banget buat yang mau kombinasi adrenalin dan healing dalam satu trip.
Ciwidey selalu identik dengan Kawah Putih dan Situ Patenggang, tapi ternyata daerah ini juga punya jalur offroad yang seru.
Karena lokasinya dekat dengan destinasi wisata alam lain, banyak wisatawan yang menjadikan offroad Ciwidey sebagai selingan sebelum atau sesudah wisata utama mereka.
Masih di area Pangalengan, tapi lebih spesifik ke sekitar Situ Cileunca.
Selain trek offroad, area ini juga terkenal dengan danaunya yang tenang, cocok buat penutup trip sambil menikmati suasana danau setelah puas berlumpur-lumpur ria.
Sukawana jadi salah satu jalur alternatif yang sering dipakai kalau jalur utama Cikole lagi terlalu ramai atau cuaca kurang bersahabat untuk medan ekstrem.
Trek di sini juga berujung ke kawasan Gunung Putri, jadi pemandangannya nggak kalah dari jalur utama.
Selain jalur offroad murni, kawasan kebun teh di Sukawana juga sering dipakai buat sesi foto dan istirahat di tengah trip. Pemandangan hijau yang membentang bikin trip offroad terasa lebih santai meski medannya tetap menantang.
Gunung Putri sering jadi titik akhir dari beberapa rute offroad Bandung, termasuk Cikole dan Sukawana.
Ketinggiannya yang lumayan bikin spot ini punya pemandangan kota Bandung dari atas, apalagi kalau cuaca lagi cerah. Banyak peserta offroad yang sengaja mampir ke sini buat sunrise hunting.
Masih satu kawasan dengan Cikole, tapi Jayagiri punya karakter jalur yang sedikit berbeda dengan kombinasi hutan pinus yang lebih rapat.
Buat yang udah pernah coba jalur utama Cikole dan pengen variasi, area ini bisa jadi alternatif menarik.
Bukit Moko dikenal sebagai spot menikmati city light Bandung di malam hari, tapi jalur menuju ke sana juga kerap dijadikan rute offroad ringan oleh sebagian komunitas.
Cocok buat yang mau kombinasi trip santai sore hari dengan sedikit sensasi off-road.
Perkebunan Malabar yang legendaris ini juga menyimpan jalur-jalur tanah yang oke buat offroad santai.
Suasananya syahdu dengan pohon-pohon tua khas perkebunan kolonial, cocok buat yang suka kombinasi sejarah dan petualangan.
Mau pilih titik yang mana pun dari daftar di atas, ada beberapa hal yang tetap perlu diperhatikan:
Sepuluh titik di atas cuma sebagian kecil dari kekayaan medan offroad yang dimiliki Bandung. Dari yang ekstrem sampai yang santai, dari yang murni petualangan sampai yang bisa digabung wisata alam lain, semuanya punya cerita masing-masing buat dicoba.
Kalau kamu masih bingung mulai dari mana, paket Offroad Lembang Cikole dan Offroad Pangalengan dari Bellva Indonesia bisa jadi titik awal yang pas.
Apalagi buat kamu yang butuh operator dengan pengalaman lebih dari 12 tahun menangani trip outdoor di kawasan Bandung.
Free Konsultasi untuk 10 Orang Pertama Hari ini
Ya, Saya Mau !