Contact Us

Wisata Tour ke Rumah Bosscha Pangalengan, Dapet Wawasan Sejarah Bandung yang Jarang Diketahui

wisata tour rumah bosscha
Rumah Bosscha di Pangalengan.

Kali ini kami mau bahas soal paket wisata tour ke rumah Bosscha Pangalengan. Mengapa ke sini? Wah ada banyak insight yang akan Anda dapatkan. Dijamin!

Banyak orang atau wisatawan yang mengalami macet parah saat menempuh perjalanan dari Bandung ke Ciwidey.

Namun, di tengah-tengah hiruk pikuk lalu lintas tersebut, terdapat sebuah tempat yang menjadi oase bagi mereka yang mencari ketenangan: Rumah Bosscha di Pangalengan.

Rumah Bosscha Saksi Bisu Sejarah Kina dan Teh Indonesia

Meskipun tak sepopuler Ciwidey, keberadaan Rumah Bosscha menjadi saksi bisu dari sejarah yang kaya, terutama dalam perkembangan industri kina dan teh di Indonesia.

Sejarah panjang kina, tanaman asal Amerika Selatan yang digunakan untuk menghasilkan pil penyembuh malaria, garam kina, minuman ringan, hingga kosmetik, membawa kita kembali ke masa lalu di Pangalengan.

Franz Wilhelm Junghuhn, seorang ilmuwan Jerman, memainkan peran penting dalam memperkenalkan tanaman ini ke Indonesia. Pada tahun 1855, Junghuhn memindahkan pembibitan kina dari Kebun Raya Bogor ke Pangalengan. Dan dari sinilah, kawasan ini menjadi pusat pengembangan kina yang begitu vital bagi industri farmasi pada masa itu.

Namun, seiring berjalannya waktu, jejak-jejak sejarah tersebut semakin memudar. Tanaman kina yang dulu subur kini hanya tinggal kenangan, digantikan oleh kebun sayuran semusim. Meskipun demikian, Pangalengan masih menyimpan kekayaan sejarah lainnya, terutama dalam bidang perkebunan teh.

Kebun Teh Malabar Dibuka 1890

Perkebunan Teh Malabar, yang pertama kali dibuka pada tahun 1890 oleh Ir. Kerkhoven, menjadi cikal bakal bagi kejayaan perkebunan teh di daerah ini. Pada tahun 1896, Karel Albert Rudolf Bosscha, seorang pengusaha Belanda keturunan terpelajar, ditunjuk sebagai administratur perkebunan tersebut.

Bosscha bukan hanya dikenal sebagai pengusaha sukses, tetapi juga sebagai sosok yang peduli terhadap kesejahteraan karyawan dan penduduk sekitar.

Dengan kebijaksanaannya, Bosscha membangun sekolah bagi para karyawan dan keluarganya, yang hingga kini masih berfungsi sebagai SD Negeri Ciemas. Tak hanya itu, keberhasilannya dalam mengelola perkebunan tidak lepas dari inovasinya dalam pengembangan tanaman teh dan infrastruktur perkebunan.

Ia juga dikenal sebagai “Raja Teh Priangan” berkat kontribusinya yang besar dalam memajukan industri teh di wilayah tersebut.

Bosscha Baik Hati Banget Ternyata

Namun, warisan Bosscha tak hanya terbatas pada bidang perkebunan. Sikap dermawannya terhadap pendidikan dan kesejahteraan sosial meninggalkan jejak yang tak terhapuskan. Sebagai donatur berbagai lembaga pendidikan dan sosial, namanya diabadikan dalam sejarah kemanusiaan di Jawa Barat.

Bosscha wafat pada tahun 1926, meninggalkan warisan yang tak ternilai bagi masyarakat Pangalengan dan sekitarnya. Makamnya yang asri, dikelilingi oleh kebun biji teh Assam yang pertama kali ditanam di Pangalengan, menjadi tempat peristirahatan terakhir yang tenang bagi sosok yang begitu berjasa bagi daerah ini.

Dari sosok Junghuhn dan Bosscha, kita belajar akan pentingnya kecintaan terhadap ilmu pengetahuan dan sektor pertanian. Mereka mengajarkan kita bahwa dengan disiplin, konsistensi, persistensi, dan inovasi, kita dapat memajukan sektor pertanian di Indonesia.

Dan ketika kita mengunjungi Rumah Bosscha di Pangalengan, kita tidak hanya menyaksikan sejarah yang bersemayam di setiap sudutnya, tetapi juga menghargai warisan yang mereka tinggalkan untuk generasi mendatang.

Leave a Comment

Search
We Are in social
Terkini
bellva tv
error: Sorry, you can\\\\\\\\\\\\\\\'t do this...