JIKA ada kegiatan kantor yang bisa membuat karyawan berhenti sebentar dari layar laptop, lupa sejenak dengan email yang belum dibalas, lalu tertawa bersama rekan satu tim, outbound adalah salah satu jawabannya.
Apalagi kalau lokasinya berada di kawasan Dago Pakar Bandung.
Bayangkan suasananya.
Pepohonan hijau, kontur perbukitan, udara yang terasa lebih sejuk dibanding kawasan pusat kota, lalu di tengah suasana tersebut ada satu kelompok karyawan yang sedang berusaha menyelesaikan permainan sambil teriak, “Eh, jangan ke sana!”
Lima menit kemudian ternyata semua orang salah arah.
Begitulah kira-kira serunya kegiatan outbound Dago Pakar Bandung.
Dago Pakar punya karakter yang menarik untuk kegiatan luar ruangan. Kawasan ini berada di bagian utara Bandung dan berdekatan dengan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda atau yang lebih populer disebut Tahura Djuanda.
Kawasan Tahura sendiri memiliki luas definitif 528,39 hektare dan berada pada ketinggian sekitar 770 sampai 1.350 meter di atas permukaan laut.
Secara administratif, kawasan ini mencakup wilayah Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat.
Artinya, Dago Pakar punya modal alam yang cukup kuat untuk kegiatan team building, outing, gathering, maupun aktivitas outdoor lainnya.
Namun, ada satu hal penting yang perlu dipahami.
Outbound di Dago Pakar bukan berarti bebas membawa perlengkapan games lalu mendadak membuka lapak permainan di tengah hutan. Kawasan Tahura merupakan kawasan konservasi yang memiliki aturan pemanfaatan. Untuk kegiatan kelompok atau aktivitas khusus, pengelola menyebutkan bahwa izin perlu diajukan terlebih dahulu.
Jadi, konsep kegiatan harus dirancang dengan memperhatikan karakter lokasi, jumlah peserta, aktivitas, keamanan, dan ketentuan pengelola.
Nah, justru di situlah menariknya.
Dago Pakar memiliki kombinasi yang cukup ideal untuk kegiatan outdoor.
Ada alam, ada kontur perbukitan, ada pepohonan, dan lokasinya masih relatif dekat dari kawasan perkotaan Bandung.
Menurut data resmi pengelola, Tahura Ir. H. Djuanda berjarak sekitar 7 kilometer dari pusat Kota Bandung. Kawasannya juga memiliki kontur miring hingga agak curam dan sangat curam.
Kondisi seperti ini memberikan suasana yang berbeda dari kegiatan team building di dalam ballroom hotel.
Kalau di ballroom tantangannya mungkin cuma rebutan colokan listrik.
Di alam, tantangannya bisa berupa bagaimana satu kelompok menyelesaikan permainan sambil mengatur strategi, komunikasi, dan pembagian peran.
Itulah kenapa kegiatan outbound sering terasa lebih hidup ketika dilakukan di ruang terbuka.
Peserta bergerak.
Peserta berinteraksi.
Peserta tertawa.
Dan yang paling penting, peserta tidak bisa bersembunyi di balik layar komputer.
Salah satu daya tarik utama kawasan Dago Pakar adalah suasana hijaunya.
Tahura Ir. H. Djuanda sendiri memiliki koleksi vegetasi yang sangat beragam. Data resmi pengelola menyebutkan terdapat sekitar 100.000-an pohon yang terdiri dari 108 famili dan 524 spesies.
Angka tersebut membuat kawasan ini terasa jauh dari kesan taman kota biasa.
Pepohonan menjadi bagian penting dari pengalaman berada di kawasan tersebut.
Untuk kegiatan outbound, suasana seperti ini bisa dimanfaatkan sebagai bagian dari konsep acara. Peserta tidak harus terus-menerus mengikuti permainan dengan format kompetisi. Aktivitas dapat dikombinasikan dengan trekking ringan, observasi lingkungan, permainan komunikasi, refleksi kelompok, hingga sesi kebersamaan.
Hasilnya adalah kegiatan yang lebih variatif.
Pagi hari bisa diawali dengan aktivitas ringan.
Setelah itu peserta masuk ke sesi ice breaking.
Kemudian permainan kelompok.
Lalu dilanjutkan team challenge.
Setelah semua mulai panas, barulah fasilitator memberikan tantangan yang membutuhkan strategi dan komunikasi.
Tenang, panasnya bukan karena matahari.
Bisa jadi karena masing-masing anggota tim mulai menyalahkan orang yang salah membaca instruksi.
Ada alasan kenapa kegiatan outbound di kawasan Bandung Utara banyak diminati.
Suasana alamnya memberikan pengalaman berbeda dari lingkungan kerja sehari-hari.
Tahura Djuanda berada pada rentang ketinggian 770 sampai 1.350 meter di atas permukaan laut. Kontur dan vegetasinya membuat kawasan ini memiliki karakter lingkungan yang berbeda dari kawasan pusat Kota Bandung.
Karena itu, aktivitas di kawasan Dago Pakar bisa terasa lebih menyegarkan.
Tentu saja, istilah “udara segar” tidak boleh diterjemahkan sebagai jaminan kualitas udara tertentu tanpa pengukuran pada hari kegiatan. Kondisi udara tetap bisa berubah tergantung cuaca, aktivitas kendaraan, musim, dan kondisi lingkungan.
Namun secara karakter geografis, kawasan hutan dan perbukitan Dago Pakar memang menawarkan suasana alam yang jauh lebih dominan dibanding kawasan perkotaan padat.
Dan bagi peserta outbound, suasana seperti itu sudah cukup untuk membuat kegiatan terasa berbeda.
Apalagi kalau biasanya sehari-hari mereka duduk di depan komputer selama berjam-jam.
Tidak semua permainan harus menggunakan peralatan mahal.
Justru permainan sederhana yang dirancang dengan baik sering kali lebih efektif.
Beberapa konsep games yang dapat digunakan antara lain:
Peserta berdiri membentuk lingkaran kemudian saling menggenggam tangan secara acak.
Tugasnya sederhana.
Mereka harus melepaskan simpul manusia tersebut tanpa melepaskan tangan.
Kedengarannya gampang.
Sampai permainan dimulai.
Setelah beberapa menit, biasanya sudah muncul satu orang yang berkata, “Kayaknya tangan saya salah.”
Selamat.
Itu biasanya baru awal.
Human Knot bagus untuk melatih komunikasi dan kemampuan menyusun strategi secara bersama-sama.
Dalam permainan ini, peserta dapat dibagi berpasangan.
Salah satu peserta menutup mata, sedangkan pasangannya bertugas memberikan arahan.
Konsepnya sederhana, tetapi pesan yang bisa dibangun cukup kuat.
Peserta belajar mengenai kepercayaan, kejelasan instruksi, dan kemampuan mendengarkan.
Bagi perusahaan, permainan seperti ini dapat dikembangkan menjadi simulasi komunikasi dalam pekerjaan.
Karena dalam dunia kerja pun sering terjadi masalah yang sama.
Instruksinya sudah diberikan.
Yang menerima instruksi merasa sudah paham.
Ternyata dua-duanya punya definisi “segera” yang berbeda.
Permainan estafet dapat dibuat lebih menarik dengan memasukkan beberapa tantangan.
Peserta tidak sekadar berlari dari titik A ke titik B.
Setiap pos bisa memiliki tugas tertentu, seperti menyusun benda, menjawab pertanyaan, memecahkan teka-teki, atau menyelesaikan tantangan koordinasi.
Dengan demikian, permainan tidak hanya mengandalkan peserta yang paling cepat berlari.
Anggota lain tetap memiliki peran.
Peserta diberikan beberapa potongan pipa atau media serupa untuk memindahkan bola dari satu titik menuju titik lainnya.
Bola tidak boleh jatuh.
Kalau jatuh, permainan harus diulang atau mendapat penalti sesuai aturan yang sudah disepakati.
Permainan seperti ini cukup bagus untuk menguji koordinasi.
Satu orang bergerak terlalu cepat, bola jatuh.
Satu orang terlalu lambat, kelompok tertinggal.
Artinya, kemenangan tidak hanya bergantung pada individu.
Ini salah satu konsep yang bisa dibuat sangat fleksibel.
Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan harus menyelesaikan sejumlah misi di beberapa titik.
Setiap pos mempunyai tantangan berbeda.
Ada tantangan logika.
Ada tantangan fisik.
Ada tantangan komunikasi.
Ada juga tantangan yang membuat peserta bertanya dalam hati, “Kenapa saya ikut acara kantor hari ini?”
Jawabannya tentu saja karena HR sudah mengirim undangan sejak dua minggu lalu.
Amazing Race dapat dirancang sesuai karakter peserta, luas lokasi, durasi kegiatan, serta tujuan acara.
Ini bagian yang sering dilupakan.
Outbound bukan kompetisi olahraga.
Kalau seluruh permainan hanya mengandalkan kemampuan fisik, peserta yang kurang terbiasa berolahraga bisa cepat kelelahan.
Karena itu, program yang baik seharusnya memiliki variasi.
Misalnya 30 persen aktivitas fisik, 30 persen permainan komunikasi, 20 persen strategi, dan 20 persen aktivitas reflektif atau fun activity.
Komposisinya tentu dapat berubah sesuai tujuan kegiatan.
Untuk perusahaan dengan peserta yang beragam usia, permainan berbasis strategi dan komunikasi biasanya lebih mudah dibuat inklusif.
Sementara itu, untuk kelompok yang memang menyukai aktivitas adventure, tantangan fisik dapat diperbesar.
Kuncinya bukan membuat peserta sampai tidak bisa naik tangga keesokan harinya.
Kuncinya adalah menciptakan pengalaman yang terasa seru dan relevan.
Ada hal menarik lain yang membuat kawasan ini punya karakter kuat.
Tahura Djuanda bukan kawasan hijau biasa.
Menurut sejarah resmi pengelola, pembangunan Terowongan Air yang dikenal sebagai Gua Belanda dimulai pada 1918. Gua Jepang kemudian dibangun pada 1942. Kawasan ini diresmikan sebagai Kebun Raya Rekreasi Ir. H. Djuanda pada 23 Agustus 1963 dengan luas awal 30 hektare.
Status kawasannya kemudian berkembang.
Pada 1985, kawasan tersebut ditetapkan sebagai Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda dengan luas 590 hektare. Kemudian pada 2016, luas definitifnya ditetapkan menjadi 528,39 hektare berdasarkan keputusan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Jadi, ketika kegiatan outbound dikombinasikan dengan aktivitas edukasi atau eksplorasi kawasan, peserta mendapatkan pengalaman yang lebih kaya.
Mereka tidak cuma datang.
Mereka juga bisa mengenal lingkungan dan sejarah tempat yang dikunjungi.
Program satu hari sebenarnya sudah cukup untuk membuat kegiatan yang menarik.
Contohnya bisa seperti ini.
07.30 sampai 08.00
Kedatangan peserta dan registrasi.
08.00 sampai 08.30
Opening, briefing, pembagian kelompok, dan pemanasan.
08.30 sampai 09.00
Ice breaking.
09.00 sampai 10.00
Team building games.
10.00 sampai 10.15
Coffee break.
10.15 sampai 11.30
Team challenge atau Amazing Race.
11.30 sampai 12.00
Final challenge.
12.00 sampai 13.00
Makan siang.
13.00 sampai 14.00
Fun activity atau trekking ringan sesuai lokasi dan izin kegiatan.
14.00 sampai 14.45
Reflection session.
14.45 sampai 15.00
Awarding dan foto bersama.
15.00
Closing.
Rundown tersebut hanyalah contoh.
Program aktual harus disesuaikan dengan venue, kondisi lapangan, jumlah peserta, cuaca, usia peserta, serta aturan pengelola kawasan.
Ini justru salah satu hal terpenting ketika merencanakan outbound di Dago Pakar.
Jika aktivitas dilakukan di kawasan Tahura Djuanda, jangan menganggap semua area otomatis bisa digunakan untuk event.
Pengelola Tahura menyatakan bahwa beberapa area dapat digunakan untuk trekking dan edukasi lingkungan, tetapi aktivitas tertentu membutuhkan izin terlebih dahulu. Untuk kegiatan kelompok, permohonan izin dapat diajukan kepada pengelola dengan melampirkan surat permohonan, identitas, detail kegiatan, dan jadwal kegiatan.
Jam operasional yang tercantum di situs resmi Tahura adalah sekitar pukul 07.00 sampai 16.00 WIB, sedangkan kegiatan khusus dapat memiliki penyesuaian berdasarkan izin.
Jadi, sebelum membuat poster bertuliskan “OUTBOUND BESAR-BESARAN DI HUTAN!”, pastikan urusan lokasi sudah beres.
Karena kegiatan outbound yang seru tetap harus dimulai dengan administrasi yang beres.
Sebelum berangkat, panitia sebaiknya membuat checklist.
Pastikan lokasi kegiatan memang dapat digunakan untuk format aktivitas yang direncanakan.
Jika menggunakan kawasan yang dikelola secara khusus, pastikan izin dan ketentuannya sudah dikonfirmasi.
Jumlah peserta akan memengaruhi pembagian kelompok, jumlah fasilitator, perlengkapan, konsumsi, serta durasi permainan.
Peralatan games harus disesuaikan dengan permainan yang digunakan.
Fasilitator memiliki peran penting karena mereka bertugas menjelaskan permainan, menjaga ritme kegiatan, mengawasi peserta, dan membantu memastikan aktivitas berjalan sesuai rancangan.
Aktivitas outdoor selalu membutuhkan pengelolaan risiko.
Kondisi medan, cuaca, kemampuan fisik peserta, titik kumpul, komunikasi, dan prosedur keadaan darurat perlu diperhatikan.
Jangan sampai bagian safety baru dibicarakan ketika ada peserta bertanya, “Kalau saya keseleo bagaimana?”
Itu namanya sudah terlambat.
Hampir semua kelompok bisa mengadaptasi konsep kegiatan ini.
Perusahaan bisa menggunakannya untuk employee gathering atau team building.
Sekolah dapat mengembangkan konsepnya menjadi kegiatan edukatif dan character building.
Komunitas dapat menggunakan aktivitas outdoor sebagai sarana mempererat hubungan antaranggota.
Sementara keluarga besar bisa mengemasnya dalam bentuk family gathering.
Yang membedakan adalah desain programnya.
Untuk perusahaan, misalnya, games dapat diarahkan pada komunikasi, leadership, problem solving, dan teamwork.
Untuk sekolah, permainan bisa lebih menonjolkan edukasi, keberanian, kepemimpinan, dan interaksi sosial.
Untuk family gathering, porsinya bisa dibuat lebih ringan dan menghibur.
Dengan kata lain, satu lokasi dapat menghasilkan banyak jenis pengalaman.
Untuk kegiatan outdoor, pagi biasanya menjadi waktu yang nyaman karena peserta masih dalam kondisi segar dan agenda fisik dapat dilakukan sebelum siang.
Namun Bandung tetap memiliki cuaca yang dinamis.
Karena itu, penyelenggara perlu memperhatikan prakiraan cuaca dan menyiapkan rencana cadangan.
Jangan membuat rundown yang seluruhnya bergantung pada cuaca cerah.
Kalau hujan datang, panitia tidak boleh ikut menangis.
Siapkan alternatif kegiatan indoor atau aktivitas yang tetap memungkinkan dilakukan dengan aman di lokasi yang tersedia.
Tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua kegiatan.
Biaya outbound dipengaruhi oleh jumlah peserta, durasi acara, venue, jenis permainan, jumlah fasilitator, perlengkapan, konsumsi, transportasi, dokumentasi, perizinan, dan fasilitas tambahan.
Karena itu, harga paket sebaiknya dihitung setelah konsep kegiatan sudah jelas.
Misalnya, kegiatan 30 orang dengan fun games sederhana tentu memiliki kebutuhan berbeda dibandingkan kegiatan 150 orang dengan konsep Amazing Race, dokumentasi, sound system, konsumsi, transportasi, dan entertainment.
Jangan hanya membandingkan harga per orang.
Bandingkan juga apa saja yang termasuk di dalam paket.
Harga murah memang menyenangkan.
Tetapi harga murah yang membuat panitia harus mengurus 17 vendor sekaligus bisa berubah menjadi olahraga mental.
Kalau kegiatan melibatkan puluhan hingga ratusan orang, menggunakan EO dapat membantu mengurangi beban teknis panitia.
Bellva Adventure Indonesia menangani kegiatan outbound, team building, gathering, outing, rafting, offroad, paintball, archery, dan berbagai kegiatan outdoor lainnya. Bellva juga menyebutkan bahwa program dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta dan konsep acara.
Yang penting, jangan memilih EO hanya karena brosurnya paling ramai.
Tanyakan bagaimana mereka mengelola rundown.
Tanyakan siapa fasilitatornya.
Tanyakan bagaimana prosedur safety.
Tanyakan apakah lokasi membutuhkan izin.
Tanyakan apa yang terjadi kalau hujan.
Dan yang paling penting, tanyakan siapa yang bertanggung jawab ketika rundown mulai berantakan.
Karena dalam event, kemampuan membuat acara berjalan sesuai rencana jauh lebih penting daripada kemampuan membuat proposal terlihat keren.
Pada akhirnya, kegiatan outbound bukan cuma soal lokasi.
Hutan Dago Pakar memang memberikan suasana yang menarik. Udara yang lebih sejuk, vegetasi yang beragam, kontur perbukitan, serta kedekatannya dengan Kota Bandung membuat kawasan ini punya karakter kuat untuk kegiatan outdoor. Tahura Djuanda sendiri merupakan kawasan konservasi dengan luas definitif 528,39 hektare dan ketinggian 770 sampai 1.350 meter di atas permukaan laut.
Namun program yang bagus tetap membutuhkan perencanaan.
Games harus sesuai peserta.
Lokasi harus sesuai aktivitas.
Perizinan harus jelas.
Safety harus diperhatikan.
Rundown harus realistis.
Dan fasilitator harus mampu menjaga energi peserta dari awal sampai akhir.
Kalau semua elemen tersebut dirancang dengan baik, outbound Dago Pakar Bandung bisa menjadi pengalaman yang jauh lebih berkesan dibandingkan sekadar mengadakan meeting di ruangan hotel.
Sebab kadang-kadang sebuah tim memang tidak membutuhkan rapat tambahan.
Mereka cuma membutuhkan ruang terbuka, permainan yang seru, sedikit tantangan, dan kesempatan untuk tertawa bersama.
Setelah itu, barangkali hubungan antaranggota tim menjadi lebih cair.
Dan ketika Senin pagi datang lagi, semoga tidak ada yang langsung membuka grup WhatsApp kantor sambil berkata:
“Kenapa liburnya cepat banget?”
Ya. Kawasan Dago Pakar memiliki karakter perbukitan dan kawasan hijau yang cocok untuk berbagai konsep aktivitas luar ruangan. Tahura Ir. H. Djuanda berada di kawasan Bandung Utara dengan ketinggian sekitar 770 sampai 1.350 meter di atas permukaan laut.
Aktivitas kelompok atau kegiatan khusus perlu mengikuti ketentuan pengelola. Situs resmi Tahura menyebutkan bahwa beberapa aktivitas luar ruangan memerlukan izin terlebih dahulu.
Games yang dapat digunakan antara lain Human Knot, Blind Walk, estafet strategi, Pipeline Ball, Amazing Race, serta berbagai team challenge. Permainan sebaiknya disesuaikan dengan usia, jumlah peserta, kondisi fisik, dan tujuan kegiatan.
Kegiatan dapat dibuat selama setengah hari maupun satu hari penuh. Durasi ideal bergantung pada jumlah permainan, jumlah peserta, waktu perjalanan, istirahat, serta aktivitas tambahan.
Cocok. Konsepnya dapat diarahkan pada team building, komunikasi, leadership, problem solving, employee gathering, maupun sekadar refreshing bersama.
Keamanan harus menjadi prioritas. Panitia perlu memantau cuaca, mengevaluasi kondisi lapangan, dan menyiapkan rencana cadangan apabila kondisi tidak memungkinkan untuk melakukan aktivitas outdoor.
Biaya tergantung konsep kegiatan. Jumlah peserta, durasi, lokasi, jenis games, fasilitator, perlengkapan, konsumsi, transportasi, dokumentasi, dan perizinan dapat memengaruhi total biaya.
Tidak selalu. Namun untuk kelompok besar atau kegiatan dengan banyak komponen, EO dapat membantu menangani perencanaan, fasilitator, perlengkapan, rundown, koordinasi vendor, serta pelaksanaan kegiatan.
Free Konsultasi untuk 10 Orang Pertama Hari ini
Ya, Saya Mau !