ADA alasan kenapa outbound di Cikole Lembang selalu punya tempat tersendiri di hati perusahaan, sekolah, komunitas, sampai keluarga besar. Begitu kendaraan mulai menanjak ke kawasan Lembang, suasananya berubah.
Udara terasa lebih dingin. Pohon pinus mulai mendominasi pemandangan.
Dan, yang paling penting, suara notifikasi WhatsApp kantor perlahan kalah dengan suara angin.
Cikole memang punya karakter yang cocok untuk kegiatan luar ruangan.
Kawasan ini berada di Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, di jalur Jalan Tangkuban Perahu.
Salah satu lokasi outbound yang paling dikenal adalah Terminal Wisata Grafika Cikole, yang berada di Jalan Tangkuban Perahu Km 8. Lokasinya juga sudah tercatat dalam data Kementerian Pariwisata sebagai daya tarik wisata.
Menariknya, kegiatan outbound di Cikole tidak harus berhenti pada permainan lempar bola atau lomba memindahkan air menggunakan gelas plastik.
Programnya bisa dikembangkan menjadi fun games, team building, capacity building, field trip, jungle trekking, hingga gathering.
Jadi, kalau tujuan Anda membawa satu rombongan ke Cikole adalah membuat peserta lebih kompak, mengurangi kejenuhan kerja, sekaligus mendapatkan suasana alam yang berbeda, kawasan ini layak masuk daftar teratas.
Pertanyaan ini sebenarnya cukup mudah dijawab.
Cikole punya kombinasi yang dicari dalam kegiatan outbound: alam, udara sejuk, ruang terbuka, fasilitas pendukung, akses kendaraan, serta banyak pilihan aktivitas.
Kawasan Cikole berada di kaki Gunung Tangkuban Perahu dan dikenal dengan lanskap hutan pinusnya. Pemerintah Desa Cikole juga mencatat lokasi desa ini berada sekitar 5,1 kilometer dari Lembang.
Buat kegiatan perusahaan, kondisi seperti ini sangat membantu.
Peserta yang sehari-hari duduk di depan laptop bisa mendapatkan suasana baru.
Mereka yang biasanya berdiskusi lewat grup WhatsApp bisa berdiskusi sambil berdiri di bawah pohon. Sementara mereka yang biasanya mengirim instruksi melalui email akhirnya harus bekerja sama secara langsung.
Di situlah outbound mulai terasa manfaatnya.
Permainan sebenarnya hanya alat. Tujuan akhirnya adalah membangun komunikasi, kerja sama, kepemimpinan, kepercayaan, dan kekompakan.
Dan tentu saja, kalau sesekali ada atasan yang kalah dalam games, itu bisa menjadi bonus hiburan tersendiri.
Salah satu pertimbangan utama ketika memilih lokasi outbound adalah fasilitas.
Jangan sampai baru sampai lokasi, panitia baru sadar bahwa toilet letaknya jauh, tempat makan tidak tersedia, area permainan terlalu sempit, dan peserta harus membawa kursi sendiri.
Untungnya, kawasan Cikole memiliki sejumlah pilihan fasilitas yang mendukung kegiatan kelompok.
Terminal Wisata Grafika Cikole secara resmi menawarkan berbagai program outbound dan team building. Pilihannya mencakup fun games, capacity building, family package, serta jungle trekking.
Program capacity building ditujukan untuk perusahaan yang ingin meningkatkan kolaborasi, komunikasi, dan leadership tim. Sementara fun games lebih diarahkan untuk membangun keakraban dan membuat suasana kerja menjadi lebih cair.
Untuk kelompok yang ingin mendapatkan tantangan fisik sekaligus suasana alam, tersedia pula jungle trekking dengan jarak lebih dari 5 kilometer dan minimum peserta 15 orang.
Artinya, konsep kegiatan bisa disesuaikan dengan karakter peserta.
Kalau pesertanya karyawan kantor yang sudah cukup lelah dengan deadline, tidak perlu langsung diajak trekking sampai merasa sedang mengikuti seleksi pasukan khusus.
Games ringan dulu. Setelah itu baru naik level.
Fun games merupakan salah satu aktivitas yang paling fleksibel untuk kegiatan outbound.
Jenis permainannya dapat dirancang berdasarkan tujuan acara. Misalnya permainan komunikasi, problem solving, strategi kelompok, kekompakan, hingga kompetisi antartim.
Durasi juga bisa disesuaikan.
Grafika Cikole saat ini mencantumkan program fun games dengan durasi sekitar 3 sampai 4 jam dan minimum 20 peserta.
Durasi tersebut cukup untuk membuat peserta tertawa, berkeringat, saling menyalahkan secara bercanda, kemudian berdamai kembali sebelum makan siang.
Kalau kebutuhan perusahaan lebih serius, program outbound dapat diarahkan menjadi capacity building.
Konsep ini biasanya tidak berhenti pada keseruan permainan. Setiap aktivitas dirancang untuk menghasilkan pembelajaran tertentu.
Misalnya, satu permainan mengajarkan komunikasi. Permainan berikutnya menguji kepemimpinan. Permainan lain menguji kemampuan mengambil keputusan di bawah tekanan.
Setelah permainan selesai, fasilitator melakukan refleksi atau debriefing.
Bagian ini penting karena peserta sering kali bisa memenangkan permainan tanpa memahami pelajaran di baliknya.
Padahal inti outbound bukan mencari siapa yang paling jago berlari sambil membawa bola.
Cikole juga cocok untuk peserta yang ingin aktivitas lebih dekat dengan alam.
Jungle trekking bisa menjadi pilihan untuk perusahaan atau komunitas yang ingin menggabungkan aktivitas fisik dengan eksplorasi lingkungan.
Grafika Cikole mencantumkan jungle trekking dengan jarak lebih dari 5 kilometer dan minimum 15 peserta.
Aktivitas seperti ini cocok untuk membangun ketahanan kelompok. Peserta harus saling memperhatikan, menjaga ritme, dan memastikan anggota tim tidak tertinggal.
Di sinilah konsep teamwork menjadi lebih nyata.
Karena di hutan, kalimat “jalan duluan saja” bisa berubah menjadi masalah ketika teman Anda ternyata tersesat di belakang.
Bagi peserta yang ingin aktivitas dengan kadar adrenalin lebih tinggi, Grafika Cikole juga mencantumkan high rope, paintball, dan ATV sebagai bagian dari pilihan aktivitas.
Aktivitas seperti paintball dapat digunakan sebagai permainan strategi kelompok. Peserta harus membagi peran, menentukan posisi, berkomunikasi, dan mengambil keputusan.
Sementara high rope dapat digunakan untuk menguji keberanian dan kepercayaan diri.
Tentu saja, tingkat kesulitan harus disesuaikan dengan usia, kondisi peserta, dan tujuan acara. Outbound seharusnya membuat orang punya cerita seru untuk dibawa pulang, bukan membuat bagian tubuh tertentu harus diajak rapat evaluasi selama tiga hari.
Keunggulan lain Cikole adalah tersedianya pilihan akomodasi.
Grafika Cikole saat ini menawarkan beberapa jenis penginapan, seperti Urban Camp, Pondok Pinus, Pondok Damar, Pondok Cemara, Rumah Panggung, serta tenda dome.
Kapasitasnya juga bervariasi.
Urban Camp memiliki kapasitas empat orang. Beberapa jenis pondok dapat menampung enam orang. Sementara tenda dome yang sudah disiapkan memiliki kapasitas empat orang per unit.
Bagi perusahaan yang mengadakan gathering dua atau tiga hari, kondisi ini cukup menguntungkan.
Peserta tidak harus berpindah lokasi setelah outbound selesai. Kegiatan bisa dibuat lebih terintegrasi.
Misalnya, pagi hari digunakan untuk team building, siang untuk aktivitas outdoor, sore untuk istirahat, kemudian malam dilanjutkan dengan barbeque, api unggun, atau sesi kebersamaan.
Besok paginya tinggal bangun.
Kalau bisa bangun.
Selain aktivitas outdoor, kawasan Grafika Cikole juga memiliki fasilitas untuk kebutuhan gathering dan MICE.
Situs resminya mencantumkan function room untuk meeting, gathering, dan farewell party. Ada pula fasilitas kuliner seperti Taste of Cikole dan Titik Kumpul.
Artinya, kegiatan perusahaan bisa dirancang dalam satu kawasan.
Pagi meeting.
Siang outbound.
Sore istirahat.
Malam gathering.
Jauh lebih praktis daripada setiap aktivitas harus pindah kendaraan berkali-kali.
Untuk kegiatan yang melibatkan banyak peserta, efisiensi perpindahan ini penting karena waktu yang seharusnya digunakan untuk acara bisa habis di perjalanan.
Dan kita semua tahu, tidak ada peserta gathering yang senang mendengar kalimat:
“Teman-teman, sekarang kita pindah lokasi lagi.”
Apalagi kalau baru saja duduk nyaman.
Dari sisi akses, Cikole berada di jalur Jalan Tangkuban Perahu yang menjadi salah satu akses utama menuju kawasan wisata di utara Lembang.
Terminal Wisata Grafika Cikole tercatat beralamat di Jalan Tangkuban Perahu Km 8, Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Rute umumnya dapat diarahkan melalui kawasan Bandung menuju Lembang, kemudian melanjutkan perjalanan ke arah Tangkuban Perahu.
Karena Cikole berada di kawasan wisata populer, kondisi lalu lintas perlu diperhitungkan.
Pada akhir pekan atau musim liburan, perjalanan menuju Lembang bisa jauh lebih padat dibandingkan hari biasa. Karena itu, rombongan perusahaan sebaiknya tidak membuat jadwal terlalu mepet.
Jika acara dimulai pukul 08.00, jangan berangkat pukul 07.30 dari Bandung sambil berharap keajaiban.
Yang datang tepat waktu mungkin hanya penyesalan.
Untuk kegiatan corporate gathering, akses kendaraan menjadi pertimbangan penting.
Jalur menuju kawasan Cikole digunakan oleh berbagai kendaraan dan lokasi wisata di kawasan tersebut memiliki area parkir. Data SISPARNAS juga mencatat fasilitas parkir, toilet umum, toilet untuk penyandang disabilitas dan lansia, jalur evakuasi, tempat ibadah, serta fasilitas makanan dan minuman pada Terminal Wisata Grafika Cikole.
Namun, panitia tetap perlu melakukan pengecekan teknis berdasarkan jenis kendaraan yang digunakan.
Bus besar, medium bus, elf, dan kendaraan pribadi memiliki kebutuhan manuver yang berbeda.
Untuk rombongan besar, koordinasi dengan pengelola lokasi dan operator transportasi sebaiknya dilakukan sebelum hari H.
Dengan begitu, posisi drop off, parkir, perpindahan peserta, serta akses menuju area kegiatan sudah jelas.
Setiap lokasi outbound tentu memiliki karakter masing-masing.
Namun, Cikole mempunyai beberapa keunggulan yang cukup menarik.
Ini mungkin menjadi nilai jual paling kuat.
Cikole memberikan atmosfer pegunungan dengan hutan pinus yang membuat kegiatan outdoor terasa lebih alami. Indonesia Travel juga menggambarkan kawasan Cikole sebagai kawasan dataran tinggi dengan hutan pinus dan udara pegunungan yang sejuk.
Buat kegiatan perusahaan, suasana seperti ini bisa membantu peserta keluar dari rutinitas.
Rapat di ruang meeting memang produktif.
Namun rapat sambil melihat pohon pinus biasanya terasa sedikit lebih manusiawi.
Mulai dari fun games, capacity building, jungle trekking, paintball, high rope, ATV, hingga gathering bisa dirancang dalam kawasan Cikole.
Variasi ini membuat itinerary lebih mudah dikembangkan.
Perusahaan juga bisa menyesuaikan kegiatan berdasarkan usia dan karakter peserta.
Outbound tidak harus berdiri sendiri.
Kegiatan bisa dikombinasikan dengan meeting, dinner, camping, gala dinner, api unggun, atau aktivitas santai lainnya.
Konsep seperti ini cocok untuk perusahaan yang ingin membuat program employee gathering selama dua hari satu malam.
Hari pertama bisa digunakan untuk perjalanan dan kegiatan ringan.
Hari kedua menjadi inti outbound.
Malamnya bisa ditutup dengan gathering atau entertainment.
Cikole tidak hanya cocok untuk perusahaan.
Program outbound juga dapat digunakan untuk sekolah, komunitas, organisasi, keluarga, dan kelompok lainnya.
Grafika Cikole bahkan menyediakan program field trip, outing class, LDKS, dan kunjungan industri.
Jadi, satu lokasi dapat digunakan untuk kebutuhan yang berbeda.
Secara praktis, weekday sering menjadi pilihan menarik untuk kegiatan perusahaan karena kawasan wisata biasanya tidak sepadat akhir pekan.
Namun, kondisi cuaca tetap perlu diperhatikan.
Cikole berada di kawasan pegunungan sehingga hujan dapat memengaruhi aktivitas outdoor. Karena itu, penyelenggara perlu memiliki rencana cadangan.
Misalnya, jika hujan terlalu deras, aktivitas yang membutuhkan lapangan dapat digeser sementara ke kegiatan indoor, briefing, workshop, atau sesi kebersamaan.
Jangan memaksakan permainan outdoor ketika hujan sudah seperti sedang mengejar target tahunan.
Keselamatan peserta harus tetap menjadi prioritas.
Memilih lokasi bagus saja belum cukup.
Programnya juga harus dirancang dengan benar.
Pertama, tentukan tujuan kegiatan.
Apakah ingin membangun teamwork? Meningkatkan komunikasi? Sekadar refreshing? Atau menggabungkan semuanya?
Kedua, sesuaikan games dengan peserta.
Jangan memberikan permainan fisik ekstrem kepada peserta yang sebagian besar ingin refreshing setelah bekerja sepanjang tahun.
Ketiga, buat alur acara yang jelas.
Mulai dari registrasi, ice breaking, pembagian kelompok, games utama, challenge, debriefing, makan, hingga penutupan.
Keempat, siapkan contingency plan.
Cuaca Bandung bisa berubah cepat. Karena itu, penyelenggara perlu mempunyai opsi aktivitas alternatif.
Kelima, jangan lupa dokumentasi.
Outbound tanpa foto grup biasanya menghasilkan satu pertanyaan klasik beberapa hari kemudian:
“Foto-fotonya mana?”
Dan panitia langsung pura-pura sedang tidak membaca WhatsApp.
Jumlah peserta sebenarnya fleksibel.
Namun, semakin banyak peserta, semakin penting pembagian kelompok dan manajemen waktu.
Untuk program fun games, misalnya, peserta dapat dibagi menjadi beberapa tim. Setiap tim kemudian mengikuti rangkaian permainan yang sudah disiapkan.
Grafika Cikole sendiri mencantumkan minimum 20 peserta untuk beberapa program outbound seperti fun games dan capacity building. Untuk jungle trekking, minimum yang tercantum adalah 15 peserta.
Karena itu, perusahaan dengan jumlah 20 sampai ratusan peserta tetap dapat mengembangkan konsep outbound dengan format yang berbeda.
Kuncinya bukan hanya jumlah orang.
Kuncinya adalah bagaimana peserta tersebut dikelola.
Ini bagian yang sering dilupakan.
Lokasi bagus memang penting, tetapi program jauh lebih menentukan pengalaman peserta.
Bayangkan dua perusahaan datang ke lokasi yang sama.
Perusahaan A hanya mengadakan games acak selama tiga jam.
Perusahaan B membuat program dengan tema teamwork, komunikasi, leadership, kompetisi antardivisi, debriefing, kemudian ditutup dengan awarding.
Lokasinya sama.
Namun pengalaman pesertanya bisa sangat berbeda.
Karena itu, konsep outbound sebaiknya dirancang berdasarkan kebutuhan perusahaan.
Jika perusahaan sedang menghadapi masalah komunikasi antarbagian, games dapat diarahkan ke komunikasi.
Jika masalahnya adalah koordinasi, program bisa fokus pada teamwork.
Jika tujuan utamanya refreshing, format fun games yang ringan bisa lebih tepat.
Kalau semua tujuan dimasukkan sekaligus tanpa alur, hasilnya biasanya seperti nasi goreng yang diberi semua topping di kulkas.
Banyak, tetapi bingung sebenarnya mau makan apa.
Jawabannya: layak.
Cikole mempunyai kombinasi yang menarik untuk kegiatan outbound, mulai dari suasana hutan pinus, udara pegunungan, pilihan aktivitas outdoor, fasilitas penginapan, tempat makan, area gathering, hingga akses melalui jalur utama Tangkuban Perahu.
Terminal Wisata Grafika Cikole sendiri menyediakan berbagai program outbound dan team building yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kelompok.
Selain itu, keberadaan fasilitas penginapan membuat kawasan ini cocok untuk konsep gathering lebih dari satu hari.
Namun, satu hal tetap perlu diingat.
Jangan memilih Cikole hanya karena fotonya bagus.
Pilih berdasarkan kebutuhan acara.
Tentukan jumlah peserta, tujuan kegiatan, jenis games, durasi, kebutuhan konsumsi, transportasi, penginapan, hingga rencana cadangan jika cuaca berubah.
Kalau semua dirancang dengan benar, outbound di Cikole bisa menjadi kegiatan yang membuat peserta pulang dengan badan sedikit pegal, tetapi hati jauh lebih senang.
Dan untuk perusahaan, itu jauh lebih berharga daripada sekadar mendapatkan foto grup dengan pose tangan mengepal di udara.
Kalau Anda sedang mencari partner untuk merancang kegiatan tersebut, Anda bisa melihat layanan EO Outbound Bandung yang dapat membantu menyusun konsep outbound, gathering, team building, dan kegiatan outdoor sesuai kebutuhan kelompok.
Ya. Cikole cocok untuk outbound perusahaan karena memiliki lingkungan alam, pilihan aktivitas team building, fasilitas gathering, penginapan, kuliner, serta berbagai program outdoor. Grafika Cikole menyediakan fun games, capacity building, family package, dan jungle trekking.
Beberapa pilihan aktivitas yang tersedia di kawasan Grafika Cikole antara lain fun games, capacity building, jungle trekking, paintball, high rope, ATV, field trip, dan gathering event.
Salah satu lokasi outbound yang populer adalah Terminal Wisata Grafika Cikole di Jalan Tangkuban Perahu Km 8, Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Lokasi tersebut juga tercatat dalam database pariwisata pemerintah.
Tersedia. Grafika Cikole memiliki beberapa pilihan penginapan seperti Urban Camp, Pondok Pinus, Pondok Damar, Pondok Cemara, Rumah Panggung, dan tenda dome.
Cikole dapat digunakan untuk kegiatan kelompok dengan jumlah peserta yang cukup besar. Namun, teknis kapasitas area, pembagian kelompok, parkir, konsumsi, dan transportasi perlu dikonfirmasi berdasarkan jumlah peserta serta konsep acara yang dipilih.
Weekday dapat menjadi pilihan untuk menghindari kepadatan wisatawan akhir pekan. Namun, jadwal tetap perlu mempertimbangkan kondisi cuaca karena aktivitas outbound berlangsung di area terbuka.
Bisa. Outbound dapat dikombinasikan dengan meeting, family gathering, camping, dinner, api unggun, entertainment, maupun aktivitas lainnya. Pilihan fasilitas di kawasan Grafika Cikole memang mendukung kegiatan gathering dan MICE.
Durasi bergantung pada program. Grafika Cikole mencantumkan fun games sekitar 3 sampai 4 jam, capacity building sekitar 6 jam, field trip sekitar 4 jam, serta jungle trekking dengan jarak lebih dari 5 kilometer.
Cikole berada di jalur Jalan Tangkuban Perahu dan dapat dicapai melalui kawasan Lembang. Karena kawasan ini merupakan jalur wisata populer, waktu perjalanan perlu disesuaikan dengan kondisi lalu lintas, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.
Panitia sebaiknya menyiapkan jumlah peserta, tujuan kegiatan, konsep games, transportasi, konsumsi, kebutuhan penginapan, jadwal, perlengkapan pribadi peserta, serta rencana cadangan apabila terjadi hujan. Koordinasi dengan pengelola lokasi dan penyelenggara outbound juga penting dilakukan sebelum acara.
Free Konsultasi untuk 10 Orang Pertama Hari ini
Ya, Saya Mau !